Teror berbasis agama bukan mayoritas

Ternyata teror berbasis agama bukan mayoritas seluruh teror yang terjadi di dunia selama tahun 2006. Dari Yahoo! News edisi Jerman ini, dapat dibaca bahwa teror akibat fanatisme beragama adaalh 26% dari seluruh aksi teror yang terjadi tahun 2006, yang jumlahnya hampir sama dengan jumlah teror dari golongan kiri. Porsi terbesar terorisme adalah yang dilakukan atas nama nasionalisme atau separatisme, yaitu 35%. Salah satu contoh adalah tindakan bom bunuh diri yang dilakukan separatis Macan Tamil Eelam.
Tapi umat Islam seharusnya tidak terlena dengan data ini. Adanya pengakuan dari beberapa pelaku seperti pengakuan Imam Samudra menunjukkan bahwa umat Islam sendiri harus mempersempit ruang gerak orang berpikiran picik seperti ini. Keberadaan mereka menjelekkan citra Islam dan sampai batas ternetu membahayakan keberadaan umat Islam. Mereka menginjak-injak Islam, walaupun merasa berjuang demi agama.

Leave a Reply