Archive for November, 2006

Family name

Sunday, November 26th, 2006

Hari ini baru mengantar teman pulang habis ke Indonesia, dan kejadian aneh, lucu dan mengesalkan terjadi. Polisi pemeriksa paspor sempat lama bersitegang dengan teman itu, padahal dia dan istri membawa tiga anak, yang terakhir baru lahir. Pasalnya: sang polisi tidak menemukan nama keluarga anak-anak teman saya dan meminta surat bukti bahwa mereka adalah anak-anak pasangan itu.
Memang sih, dengan adanya peraturan baru bahwa anak-anak punya paspor RI sendiri (setelah sebelumnya anak selalu ikut di paspor orang tua), itu memudahkan mobilitas anak-anak. Tapi kelemahannya dalam paspor anak itu tidak dicantumkan nama orang tua, padahal orang Indonesia banyak yang tidak punya nama keluarga seperti konvensi di Barat. Akibatnya terjadi salah paham.
Di sisi lain, polisi penjaga perbatasan harusnya juga diberi pengertian seperti ini.
Tapi akhirnya mereka diloloskan juga, setelah argumen panjang lebar.

Teror berbasis agama bukan mayoritas

Tuesday, November 21st, 2006

Ternyata teror berbasis agama bukan mayoritas seluruh teror yang terjadi di dunia selama tahun 2006. Dari Yahoo! News edisi Jerman ini, dapat dibaca bahwa teror akibat fanatisme beragama adaalh 26% dari seluruh aksi teror yang terjadi tahun 2006, yang jumlahnya hampir sama dengan jumlah teror dari golongan kiri. Porsi terbesar terorisme adalah yang dilakukan atas nama nasionalisme atau separatisme, yaitu 35%. Salah satu contoh adalah tindakan bom bunuh diri yang dilakukan separatis Macan Tamil Eelam.
Tapi umat Islam seharusnya tidak terlena dengan data ini. Adanya pengakuan dari beberapa pelaku seperti pengakuan Imam Samudra menunjukkan bahwa umat Islam sendiri harus mempersempit ruang gerak orang berpikiran picik seperti ini. Keberadaan mereka menjelekkan citra Islam dan sampai batas ternetu membahayakan keberadaan umat Islam. Mereka menginjak-injak Islam, walaupun merasa berjuang demi agama.