Fasisme
Monday, September 11th, 2006Presiden George W. Bush memang senang membuat sensasi. Setelah "salah lidah" menamakan War on Terror nya dengan Crusaders alias Perang Salib, kini ada istilah baru yaitu "Islamic fascists". Fasisme adalah faham totaliter yang mengunggulkan bangsa, ras, atau agama tertentu yang didukung penuh oleh pemerintah dan korporat besar.
Penggunaan term Islamic fascists sangat menyudutkan umat Islam, apalagi di hari-hari peringatan 5 tahun tragedi 11 September tahun ini. Sangat menohok, karena terjadi generalisasi secara terang-terangan dan dirangkaikan dengan kata berkonotasi negatif, yaitu fasisme. Penganut fasisme yang terkenal adalah Jerman-Nazi dan Italia di bawah Mussolini, dan keduanya kalah di perang dunia kedua. Yang paling diulang-ulang sebagai korban fasisme di Perang Dunia II adalah pembantaian kaum Yahudi yang mencapai 6 juta orang, padahal korban di pihak Uni Soviet mencapai 17 juta orang.
Kembali ke penggunaan istilah Islamic fascists. Kalau pelakunya Al-Qaeda & Co, kenapa tidak dibilang saja Al-Qaeda fascists? Sebagian besar umat Islam - termasuk saya - tidak tahu-menahu apa yang dianut dan dijalankan oleh Al-Qaeda. Memang benar seluruh anggota Al-Qaeda itu beragama Islam, tapi apakah intrepretasi mereka yang tidak umum itu ditimpakan begitu saja ke muka lebih dari 1 milyar orang Islam di seluruh dunia?
Jerman-Nazi memprovokasi Perang Dunia II dengan menjustifikasi serangannya ke Polandia dengan landasan palsu. Setahu saya ada juga Presiden sebuah negara yang menyerbu negara lain dengan landasan palsu tahun 2003. Layakkah kalau kita mengatakan keduanya paralel? Disclaimer: saya tidak bertanggung jawab atas jawaban anda!).
Presiden Bush telah "membunuh" kehidupan jutaan Muslim di Eropa dan Amerika Serikat sendiri dengan ucapannya. Kaum Muslim di sana akan mendapat masalah serius karena terminologi sembarangan yang digunakan Bush. Bagaimana cara menyelamatkan diri dari provokasi Bush sedemikian?
Pertama: Nyatakan perang terhadap Al-Qaeda dan pikiran-pikiran sejenis. Mereka hanya menguntungkan pemerintahan Bush karena menjadi alasan Bush bertindak seperti koboi di Timur Tengah. Kepala Al-Qaeda sendiri dulunya adalah pejuang Mujahidin yang dibantu CIA, dinas intelijen Amerika. Jadi, jangan kompromi sama sekali.
Kedua: jauhi berpikiran teori konspirasi seperti Ghazwul Fikri, di mana penafsiran ini dibuat menjadi keniscayaan, seolah-olah segala macam musibah itu direkayasa umat lain. Mitos ini makin membuat umat jadi malas dan menyalahkan orang lain tanpa menyadari bahwa kelemahan diri sendiri masih sangat mungkin diperbaiki.
Ketiga: terus tularkan semangat untuk maju kepada orang-orang di sekitar kita, bahwa banyak yang bisa diperbaiki untuk menghindarkan diri menjadi bahan permainan negara adidaya.
Keempat: think globally, act locally.