Ekowisata

Kadang-kadang aku bertanya-tanya, kenapa ya orang Indonesia paling pintar meniru orang lain tapi lupa pada kekuatan sendiri?
Singapura pulau kecil, potensi pariwisata Indonesia besar sekali. Daripada "memaklumi" perilaku (sebagian) wisatawan timteng yang kawin "sementara" di kawasan dingin di Puncak dan seolah "membiarkan" pariwisata seks berlangsung, kenapa tidak "pariwisata keluarga" yang dikembangkan?
Di sekitar Singapura ada pulau-pulau besar Indonesia: Sumatera, Kalimantan, yang kalau dikembangkan jadi kawasan wisata petualangan sangat menarik. Dari Singapura, Malaysia, dan tentu saja wisatawan domestik saja bisa ditaksir 1 miliar dollar US pemasukan. Jumlah ini bisa dipakai untuk membangun prasarana wisata seperti jalan, sarana angkutan, sarana kesehatan, atraksi wisata, pendidikan tenaga ahli wisata.
Dari sini juga bisa dibangun pencitraan Indonesia sebagai "Beautiful Nature" sebagai alternatif Bali yang memang "Pulau Dewata" dan Malaysia yang mengedepankan keanekaragamannya dengan "The Truly Asia". Bagaimana teman-teman politisi? Setuju nggak?

2 Responses to “Ekowisata”

  1. Tito Says:

    Betul sekali Mas Nano idenya itu, saya juga setuju sekali. Saya dukung kalau suatu saat nanti Mas Nano jadi menteri pariwisata. Hehehe…

    lagi pula saya ga sepakat dengan jenis hiburan yang “konyol”, seperti buang2 uang tanpa ada pelajaran atau hikmah yang bsaio didapat, seperti mainan yang bikin adrenalin naik (katanya), padahal masih banyak cara untuk bisa merasakan puncak adrenalin kita, misal dengan ide Mas Nano tadi, berpetualang, itu lebih bagus, dan tentunya akan berdampak positif bagi alam, jadi cinta lingkungan, juga bisa memperoleh banyak pelajaran.

    Ooo iya, saya minta ijin nge-links ke blog saya yah.

    Salam,

    Tito

  2. Nurdin Says:

    Seneng baca blog-nya nano ini.
    Jadi tambah pengetahuan.

    Emang kalau orang pinter, nulis apa aja menarik.

    Udah lama di Jerman pak?

    Salam,

    Nurdin (GD 92)

Leave a Reply